Cerita-Cerita

Cerita ini ada yang nyata tapi juga ada yang fiktif, cerita ini di ambil dari pengalaman pribadi yang sering di alami di setiap harinya.

Cerpen

Cerpen ini di buat dari konflik yang kerap terjadi di masyarakat atau dari pengalaman pribadi.

Artikel

Artikel ini bentuk argumentasi penulis yang di tuangkan dalam sebuah tulisan di blog.

Puisi

Puisi ini di buat dari curahan hati si penulis, entah itu tentang asmara, konflik pemerintahan maupun budaya.

Monday, May 1, 2017

Belum Ada Judul

Ijinkan aku mencintaimu,
Seperti embun yang menetes tanpa absen
Di setiap paginya.
Seperti mentari

Yang tak pernah bosan menyinarinya,
 

Meski rakyat bumi kadang mengeluh
Atas panasnya
Juga kadang menanti
Akan hangatnya.


Bukan bulan yang kurindukan
Dia kadang datang dengan cantiknya
Tapi kadang menghilang dengan emosinya
Aku sadar bahwa mawar tak selamanya indah
Aku sadar bahwa kaktus tak selamanya menyakiti
Tapi aku berharap
Engkaulah Aisyah yang kucari

EnHa, 1 Mei 2017

Sunday, January 1, 2017

Milad ku dan Milad Nabi Muhammad SAW

"Le.. lahirmu iku podo karo lahire Nabi Muhammad SAW, Dino senin 12 Rabiul Awal"

Kata-kata itu pertama aku dengar dari emak, ketika usiaku masih dalam tahap sekolah dasar, aku tak percaya tentang hal itu tapi lambat laun aku mulai mengerti. 1 Oktober adalah tanggal kelahiranku dalam penanggalan Masehi sementara 12 Rabiul Awal adalah penanggalan dalam hijriyah, jadi jika diperingati dari penanggalan masehi kelahiranku sudah sebulan lalu tapi kalau di peringati dari penanggalan hijriyah maka tanggal ini adalah tanggal kelahiranku dimana bertepatan dengan lahirnya Nabi Muhammad SAW.

Awalnya aku tak peduli dengan kelahiranku, tapi ketika usia mulai memasuki dewasa aku mulai menyadari bahwa apapun yang tampak ini adalah petunjuk dari Tuhan semesta alam Illahi Robbi.

1 Oktober aku dilahirkan bertepatan dengan hari kesaktian pancasila, jika dalam penanggalan hijriyah waktu itu bertepatan dengan lahirnya Nabi Muhammad SAW, sementara nama yang tersemat dalam diriku ini adalah nama seorang Kiai yang tak lain adalah kakek dari bapakku sendiri.

Dan akhirnya dari rentetan tanggal lahi dan juga nama yang tersemat dalam diri ini adala merupakan petunjuk bahwa hidup ini amanah untuk selalu "Mikul Duwur, Mendem Jero" menyebarkan kebaikan dan jangan ungkit keburukan orang lain.

Dalam Milad Nabi Muhammad SAW ini semoga shalawat tetap tercurahkan untuk Nabi Muhammad SAW beserta sahabat-sahabatnya, selalu dilantunkan untuk beliau sepanjang hayat. Lewat jasa Nabi Muhammad SAW islam hadir dalam diri yang aku rasakan, lewat beliau aku sedikit memahami tentang islam, karena beliau juga aku tetap belajar tentang islam. 

irji’i ila rabbiki radhiatan mardhiyah
"Jika engkau mencintai Allah dengan ikhlas maka engkau akan dapat cintanya Allah" 
Hisyam Noer
 

Sunday, November 27, 2016

Muhammadiyah Berkemajuan, Selamat Milad ke 104

Takdir melahirkanku sebagai manusia kecil diantara elemen kelompok-kelompok besar yang mendominasi naluri, egoisme, serta nafsu disetiap sanubari manusia di sekelilingku, takdir menuntunku berjalan dalam sebuah pendidikan-pendidikan besar karya negeri juga karya kelompok-kelompok organisasi hebat indonesia, Takdir pula yang menjatuhkanku untuk berdiskusi, menuntut ilmu, mencari apa yang harus aku cari, mengerti apa yang harus aku ngerti dalam sebuah lembaga pendidikan karya K.H. Ahmad Dahlan.

Pendidikan seperti tak kenal sekolah lain selain Muhammadiyah, organisasi seperti tak kenal organisasi lain selain Muhammadiyah, gerakan karya K.H Ahmad Dahlan ini sangat melekat dalam pikiran dan jiwaku, ajarannya sangat mendominasi setiap ibadahku, suatu hal wajar pasalnya dari kecil aku di didik dalam naungan perguruan Muhammadiyah, mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga jenjang Sekolah Menengah Atas.

Lingkup keluarga dari ibu lebih condong ke Muhammadiyah sementara dari Ayah lebih condong ke Nadlatul Ulama, tapi bukan berarti kami harus berseteru membenar-benarkan dan saling menyalahkan tapi justru variasi seperti inilah yang membuat keluarga kami harus belajar saling memahami.

Tumbuh besar dengan pemikiran ajaran Muhammadiyah tak membuat saya harus menyombongkan Muhammadiyah itu sendiri, justru aku semakin mengkaji dan mencari antara Muhammadiyah dan Nadlatul Ulama, meski kerap dibilang gaya pemikiran saya kontroversi atau islam liberalis tak membuat saya untuk berhenti atau mundur untuk  tetap mengkaji dan mencari, keluarga juga tak memaksakan harus ikut Muhammadiyah ataupun Nadlatul Ulama, keluarga hanya berpesan asal tidak keluar dari aturan Al-Qur'an dan Sunnah Rosul itu saja.

Dari Muhammadiyah menuju NU, berpegang dari ajaran Muhammadiyah untuk mempelajari ajaran NU, itu yang sedang saya lakukan.

Milad Muhammadiyah ke 104, hanya sanggup mengucapkan terima kasih telah mengisi ruang kosong dalam pikiranku selama ini, telah mengajari gaya berfikir yang cukup membuat saya bangga, telah menunjukkan jalan yang harus saya tempuh, telah mengajarkanku bagaimana rasa saling berbagi kepada sesama tanpa membedakan, telah mengajari bagaimana harus bersikap menanggapi sesuatu. Harapan semoga Muhamadiyah terus bisa menciptakan kader yang kritis dalam segala hal, menciptakan kader yang dapat mengayomi berbagai golongan, menciptakan kader berkemajuan yang selektif.

"Perbedaan itu gak pernah ada yang ada hanya persamaan yang dibeda-bedakan" Hisyam Noer.
loading...