Friday, January 15, 2016

ADAT DAN AJARAN

Berbagai ajaran mulai berkembang pesat, yang paling tenar di indonesia adalah ajaran yang di bawa oleh KH. Hasyim Asyari dan KH. Ahmad Dahlan, dua ajaran yang di bawa oleh orang nomor satu di oraganisasi Nahdlotul Ulama dan Muhammadiya ini seakan menjadi patokan warga indonesia dalam menentukan suatu hukum agama maupun aturan-aturan agama.

Banyak adat yang menyebar dalam ajaran islam dan dalam hal ini warga indonesia banyak yang tak bisa membedakan antara adat dan ajaran, adat adalah tingkah laku atau pendidikan yang di turunkan dari sesepuh atau pendahulu kita (selain Nabi dan Rosul), sementara ajaran adalah pendidikan yang di bawa oleh Nabi dan Rosul kita dan ciri-ciri adat adalah bersumber dari sesepuh / pendahulu (Bukan Nabi dan Rosul) sementara ciri-ciri ajaran adalah bersumber dari Nabi dan Rosul (Ada Hadist shohihnya).

Hal ini saya sadari ketika saya mengikuti sebuah acara tahlil di daerah lain, dimana saya merasa ada yang beda antara pembukaan tahlil di tempat saya tinggal dengan di daerah lain yang sedang saya ikuti, jika tahlil ini suatu ajaran harusnya sama dimanapun tempatnya. Kedua saya mengikuti sebuah acara syukuran dan dengan hikmat saya mendengarkan nara sumber yang sedang memberikan fatwah ditengah-tengah bicaranya itu beliau sempat mengatakan "KH. (titik-titik) juga pernah melakukan syukuran seperti ini" yang jadi pertanyaan saya kenapa sumbernya KH kok bukan Nabi? ini membuktikan kalau ini adalah adat. Ketiga ketika saya menghadiri sebuah acara syukuran dimana disitu terdapat banyak orang dan diantara banyak orang itu hanya saya saja yang tidak memakai kopyah dan kemaja, saya hanya memakai kaos oblong biasa dan di tengah acara tersebut ada salah seorang yang menegur saya karena penampilan saya, dengan tanpa mengurangi rasa hormat saya mengatakan kepadanya "tak ada aturan dalam al-quran maupun hadist yang menyuruh memakai kopyah dan kemeja ketika menghadiri syukuran" dan dengan bantahan saya itu dia mengatakan "Setidaknya kita harus berpenampilan yang rapi ketika berkumpul sesama", saya pun membalas lagi "yang penting saya sudah menutup aurat saya, sementara kopyah itu digunakan tujuannya supaya rambut yang panjang tidak menutupi dahi ketika sholat, sebenarnya tak memakai kopyah tak masalah asal rambut itu tidak menutupi dahi entah bagaimana caranya".

Mengetahui tentang adat dan ajaran membuat saya lebih berhati-hati dalam bertindak, tapi bukan berarti adat seperti itu adalah adat yang jelek, saya akui adat seperti itu adalah adat yang baik termasuk membaca tahlil, syukuran juga menggunakan kopyah dan kemeja. Bacaan tahlil itu mengandung makna yang bagus, jika banyak kalangan mengatakan tahlil itu bid'ah dan harus di jahui maka apa yang kita lakukan juga banyak yang bid'ah, termasuk menggunakan Hp, memakai internet, memakai sendal, menggunakan sepeda motor.

Dalam menyikapi bid'ah memang sangat repot, tapi pedoman saya bid'ah adalah ajaran Nabi yang di tambah-tambahi, sementara adat itu bukan ajaran nabi. Kalau ajaran Nabi itu mengarahnya ke Hablum Minallah sementara adat mengarahnya ke Hablum Minannas. [Enha, 16 Januari 2016]

 

0 comments:

Post a Comment

loading...