Monday, December 21, 2015

IJOLAN SANDAL



Hari jum’at ketika tarhim berkumandang Omen langsung pergi ke kamar mandi dan segera mandi untuk persiapan menunaikan sholat jum’at, hari ini ada yang beda, Omen senyam senyum sendiri melihat sandal barunya.

Ketika keluar rumah hendak berangkat ke Masjid tiba-tiba ada Denis yang hendak ke masjid juga.

“Bang mau ke masjid?” Sapa Denis
“Ia Den” Jawab Omen
“Ayo barengan bang”
“Ayuk”

Di tengah perjalanan ke masjid mereka terus berbincang-bincang.

“Bang Sendalnya baru nih?” Tanya Denis
“Alhamdulillah ia Den” Jawab Omen
“Tumben bang punya uang buat beli sandal”
“Ini hasil menabung selama sebulan Den”
“Pasti mahal ya bang?”
“Den, kayak gak tau aku aja, makan tiap hari aja kadang ada kadang gak, masak sandalku harganya mahal”
“Iya ya bang, bang Omen kan pengangguran, hehehe”

Sampai di masjid mereka langsung bergabung di barisan jama’ah depan, mereka mendengarkan khatbah dengan hikmat, apalagi Omen mulutnya terus mengeluarkan kata-kata istighfar, meski tampangnya humoris bahkan kadang juga tak serius tapi jika beribadah dia tak mau kalah sama para alim ulama, bahkah ia pernah berkata “Aku tau aku belum tentu di jamin masuk syurga dan aku tau kalau Nabi Muhammad SAW sudah di jamin masuk syurga tapi jika Nabi Muhammad menantangku untuk taat beribadah aku ladeni tantangannya”.
Usai sholat jum’at Omen clingak-clinguk di depan masjid, mukanya berubah seperti orang blo’on, tiba-tiba dari belakang Denis menyapanya.

“Hei Bang Omen kenapa?” Tanya Denis
“Sandal saya hilang Den” Jawab Denis
“Kok bisa bang, tadi di taruh mana?”
“Ya disini”
“Mungkin si pencuri tau kalau sandal bang Omen baru jadi ya diambil”
“Wah kurang ajar tu orang, ya udah ayo pulang”

Seminggu kemudian tepatnya pada hari jum’at ke dua pasca hilangnya sandal Omen, kali ini Omen memakai sandal baru lagi meski yang kali ini merknya lebih rendah tapi sandal ini termasuk sandal baru, apalagi sandal ini adalah hasil hutang di toko Bu Salamah.

Pada Jum’at kedua ini Omen tak lagi berada pada barisan jama’ah depan melainkan ia berada pada jama’ah barisan belakang tepatnya didepan sandalnya sendiri, jadi ketika usai selesai sholat jum’at ia langsung bisa memakai sandalnya yang berada tepat dibelakangnya.

Ganti baju usai sholat jum’at Omen langsung berkumpul bersama gerombolannya di warung rujak milik Mbak Tin, lagi asik-asik bergurau tiba-tiba Kentos membuka obrolan baru.

“Di masjid itu ternyata ada pencurinya juga ya “ kata Kentos
“Maksud kamu Tos?” tanya Cakil
“Iya tadi sandal bapakku hilang waktu selesai sholat jum’at”
“Punyaku juga” Sahut Omen
“Sandalmu baru gitu kok Men” sahut Cakil
“Bukan yang ini, ini aja tadi waktu sholat jum’at aku tungguin, sholatku tepat di depat sandal ini, masak harus hilang untuk kedua kalinya apalagi ini sandal hasil hutang. Hehehe”
“Dasar kau Men” Kata Cakil
“Jadi konsentrasiku terbagi antara sholat dan sandal hehehe, tapi kelihatannya hari jum’at besok aku punya cara supaya sandalku tak hilang lagi”
“Gimana Men” Tanya Kentos
“Lihat saja besok” kata Omen

Hari jum’at ketiga pasca hilangnya sandal Omen telah tiba, Kentos dan Cakil sudh datang ke masjid duluan sementara Omen datang bersama Denis. Kali ini mereka melaksanakan sholat jum’at dengan hikmat dan usai sholat jum’at mereka pulang bersama.

“Eh Bang Kentos dan Bang Cakil” kata Denis keluar Masjid
“Eh Denis” sapa kentos dan cakil
“Gimana sandal kalian berdua?” tanya Omen kepada Kentos dan Cakil
“Aman, hehehe” Jawab mereka berdua sambil menunjukkan tas plastik yang berisi sandal mereka
“Kamu sendiri gimana Men?” tanya Cakil
“Aman juga”
“Punyaku juga aman Bang” Sahut Denis
“Kalau punya kamu jelas aman Den, siapa yang mau sandal bergambar kartun, apalagi ukuran anak kecil” Sahut Cakil
“Bang mana sandal Bang Omen” Tanya Denis
“Itu ujung utara satu sama itu ujung selatang satu, kalau pencurinya masih mau ambil juga berarti cari mati, lagian gak mungkin mau pencuri mencari-cari dulu barang yang mau di curi, malah ketahuan pemiliknya nanti, hahaha” Jawab Omen
“Hahaha dasar kau Men, ada aja akalmu” Kata Kentos. Enha, 22 Desember 2015

0 comments:

Post a Comment

loading...